cerpen
Hari itu, aku dan kedua orangtuaku pergi ke bioskop. Kami menaiki Revo kuning milik Ayah. Aku duduk di tengah, memeluk pinggang...
Kurogoh kembali sebatang rokok dari atas meja. Entah sudah berapa batang yang telah kubakar dan kuhisap kali ini. Kulirik jam berlatar...
“Sampai kapan kau akan terus memilin rindumu?” Suaraku serupa angin malam yang berembus pelan. Tidak bisa kau dengar, tapi aku yakin,...
Hujan datang. Lelaki itu masih terus menangis. Ia menangis lebih keras diringi dengan petir. Air matanya tak jatuh. Hujan lebih dulu...
Kalau kalian ingin tahu kenapa aku sampai tega melakukan perbuatan keji itu, aku akan menceritakan semuanya secara jujur. Namun, tanpa berusaha...
[Penumpang yang kami hormati, sesaat lagi Kereta Api Prambanan Ekspres akan diberangkatkan dari stasiun Kutoarjo menuju stasiun akhir Jogja-Lempuyangan, dengan pemberhentian...
Di sebuah gang sempit dan remang, berdiri sebuah toko buku kecil. Papan namanya usang, berderik-derik ditiup angin, dan tulisannya kabur tak...
Kurasa perempuan yang menjadi istriku itu memiliki jutaan lebah di kepalanya. Mungkin otak istriku menjelma menjadi Ratu Lebah. Minimal menjadi istana...
Malam semakin larut, gugusan bintang teramat kalut, tetapi harapnya belum surut. Bagai pungguk merindukan bulan, ia masih saja duduk mematung di...
Jeje duduk di bangku panjang terminal sambil menghisap rokok. Gumpalan asap bergulung-gulung keluar dari mulutnya. Ia merasakan sekujur tubuhnya tegang. Dilemparkannya...