cerpen
Seharusnya memang benar, Ujang Rohidin masih kudu disiksa selama ribuan tahun lamanya di neraka. Namun hari itu, entah di hari apa,...
Aku akan menikah dengan Babi, sebulan dari sekarang. Empat buah pesawat televisi pada tiang tengah warung, menayangkan pertandingan sepakbola, lima tahun...
Kuintip saja ia dari celah papan jendela kamar. Kukancing napas kuat-kuat biar debu papan lapuk itu tak terhirup. Suara sret-sret sandal...
Pagi itu, hujan deras menyambut Penjual Senyum. Penjual Senyum bangun dengan malas. Membuka gawai sambil menguap malas. Penjual Senyum melalui malam...
Seluruh orang di kampungku memang sudah tidak waras. Jauh-jauh aku pulang dari perantauan, malah dicaci maki dan dilempari perabotan dapur. Dikata...
Tiga tahun menganggur, tak hanya menjadikan orangtua Buru sumpek dan bosan melihat anaknya klumbrak-klumbruk seperti jemuran setengah kering, tapi mereka juga...
Aku Masuk Berita Aku anak Program Studi Jurnalistik yang masuk berita saat baru satu tahun berkuliah. Bukan karena menulis berita seperti...
“Jadi kalian berkelahi ini hanya karena kucing?” Tanya polisi itu keheranan. Aku diam saja sambil menundukkan kepala karena apa yang polisi...
Matahari baru saja merangkak menuju ufuk, tapi suasana di barak itu sudah teramat sibuk. Kicau burung kedasi yang sedari malam tak...
Sarmi tersenyum. Hanya seulas senyum di bibirnya yang serupa tanah rengkah di musim kemarau. Senyum yang justru bisa membuatmu merasa takut....