cerpen
Pada mulanya adalah sebuah tawaran pekerjaan yang mengantarkannya ke dalam sini. Tawaran itu berasal dari Amat, kawannya yang bekerja di perusahaan...
“Jangan pikir aku tak tahu apa yang kau pikirkan,” ujar Syafii melihat Joni Pelor tak menghabiskan tengkleng kambing yang ia bawakan....
Tidak perlu menjadi filsuf untuk sesekali berpikir bahwa hidup ini membosankan. Dan tidak perlu menjadi ateis untuk sesekali memikirkan percobaan bunuh...
Dari desas-desus yang beredar, di kota ini ada sebuah portal yang bisa memindahkanmu ke dunia lain. Tidak ada yang tahu di...
“Pisang!” seru Lalat Buah begitu melihat lukisan buah pisang. Semakin dia mendekat, pisang yang dilihatnya tampak seperti pisang raksasa. Matanya berbinar-binar,...
Lelaki itu menarik kakiku seperti menyeret. Setengah memaksa, dia memintaku untuk bangun dan berdiri. Tetapi tentu saja dengan separuh bercanda. Dia...
Subuh sudah lama berlalu. Kau juga sudah bangun sedari tadi meski tak melakukan sesuatu yang berarti. Istrimu sudah menyediakan kopi yang...
Siang kali ini sangat terik. Di jalanan, matahari menjadi satu-satunya musuh yang perlu kaupercayai, sedang bayang-bayang gedung perkotaan adalah teman yang...
Ayahku menolak hadir pada aqiqahan putri pertama kami. Alasannya sepele. Ia tidak sepakat dengan rencanaku dan istri untuk menamai si bayi...
Seharusnya memang benar, Ujang Rohidin masih kudu disiksa selama ribuan tahun lamanya di neraka. Namun hari itu, entah di hari apa,...