cerpen
Tak ada yang punya kuasa mematahkan perisai tak kasat mata yang melindungi konsentrasi sang Tuan. Tak pula rasa ingin kencing atau...
Saat itu pukul tiga lewat dua puluh dini hari. Suasana pantai cukup lengang. Penduduk yang sejak tengah malam keluar untuk mencari...
Aku percaya, sepasang bibir adalah takdir bagi sepasang bibir lainnya. Bagaimana bibir-bibir itu kemudian hadir dalam hidupku, kuceritakan sekarang padamu. Bibir...
Winaya sedang termenung di depan tempat penyimpanan beras yang sudah tidak malu-malu menunjukkan dasarnya, ketika bel di atas pintu masuk ruang...
Dalam ruangan hanya selebar 1×2 meter, dengan dinding berwarna merah pucat, tanpa ventilasi, dan lampu bohlam kuning yang nyaris mati, aku...
Ustad Safi yang bertugas menjadi imam salat magrib tak kunjung datang. Sementara muazin yang juga murid dari sang ustad telah melantukan...
Namanya Imam Syafei, tapi orang biasa memanggilnya Bang Pi’i. Orangtuanya menamakannya begitu, berharap jika sudah besar anaknya bisa menjadi ulama yang...
Dulu kau tak pernah berpikir akan mendengar nama itu lagi. Kau memendam amarah sepanjang waktu, sejak hari kau melompat naik ke...
Sinar matahari merangkak malas ke atas genting yang lembap. Pagi tampak sempurna jernih. Awan bergerak pelan di atas perkampungan. Suara motor...
Pada hari ketujuh menghilangnya istriku, aku menghabiskan waktu dengan duduk di meja dekat jendela kafe ini sambil membaca koran pada rubrik...