Hari ini selasa, waktunya aku mencari uang sebanyak mungkin. Seharusnya pembeli berdatangan ke warung ini. Pengunjung di pasar tradisional ini tidaklah...
Langit mendung menggantung rendah di atas alun-alun kota. Hujan yang baru saja reda meninggalkan genangan-genangan air yang memantulkan cahaya dari obor-obor...
Kepergiannya begitu menyakitkan. Tanpa perlu penghakiman lebih, akupun menyadari ada kesahalanku di sana. Perpisahan ini begitu mendadak. Dengan skenario terburuk yang...
Malam itu hutan membisu dengan suasana hening yang melankolis. Sekelompok orang dengan cahaya senter seadanya menembus kedalaman hutan untuk lari dari...
Ardian terpekur di sepanjang prosesi pemakaman Dinda. Matanya nanar memandang gundukan tanah yang bertabur bunga-bunga kematian. Sudah lima puluh satu menit...
“Meongggggg.” “Meongggggggggg.” “Meongggggggggggggg.” “Meonggggggggggggggggg.” “Gomprang, gomprang.” “Kalau mau berantem jangan di depan rumah,” teriakku setelah melempar panci. “Apa ada lagi yang...