cerpen
Kota itu tampak kelabu. Gedung-gedung berdiri lesu, penuh grafiti yang merupa bayangan-bayangan keputusasaan, pesan-pesan yang dilukis orang-orang yang barangkali sudah lupa...
Ibrahim Rasanya seperti menelan neraka. O bukan, justru saat ini nerakalah yang akan menelan saya. Saya tak begitu ingat bagaimana mulanya,...
Hari ini selasa, waktunya aku mencari uang sebanyak mungkin. Seharusnya pembeli berdatangan ke warung ini. Pengunjung di pasar tradisional ini tidaklah...
Langit mendung menggantung rendah di atas alun-alun kota. Hujan yang baru saja reda meninggalkan genangan-genangan air yang memantulkan cahaya dari obor-obor...
Saat mengunjungi Curug Watu Kelam di Alas Pati, tetiba muncul keterikatan yang kuat di hati Wira pada tempat tersebut. Tak lama...
Kepergiannya begitu menyakitkan. Tanpa perlu penghakiman lebih, akupun menyadari ada kesahalanku di sana. Perpisahan ini begitu mendadak. Dengan skenario terburuk yang...
Malam itu hutan membisu dengan suasana hening yang melankolis. Sekelompok orang dengan cahaya senter seadanya menembus kedalaman hutan untuk lari dari...
Di kamar yang lindap dan pengap, hiduplah sebuah bantal tua yang sudah mulai kehilangan bentuk aslinya. Bantal ini ajaib: ia bisa...
Dapur restoran terasa seperti medan perang malam itu. Panci mendidih di atas kompor, pisau berkilat memotong sayuran dengan cepat, dan aroma...
Ardian terpekur di sepanjang prosesi pemakaman Dinda. Matanya nanar memandang gundukan tanah yang bertabur bunga-bunga kematian. Sudah lima puluh satu menit...