cerpen
Hidupku akan lebih baik jika aku menjadi kucing. Paling tidak bisa menjadi siluman kucing pada saat-saat tertentu. Setelah pukul enam pagi,...
Dia telah berada di perempatan Bulak Sumur pagi itu. Burung-burung cangak abu masih bertengger di hutan buatan milik Fakultas Kebudayaan. Dilihatnya...
“Mencintaimu merupakan plot hole dalam naskah cintaku. Kamu semestinya tidak ada. Setidaknya, tidak muncul tiba-tiba.” Lelaki itu tertawa. Mungkin dia merasa...
Mara begitu senang sebab penyesalan yang kadang menyusup ke kepalanya sirna. Bukan karena kenikmatan pergulatan birahi, bukan tip besar dari pelanggan...
Kau tiba di rumah menjelang sore. Senja berlabuh di barat dengan muram. Ketika purna kau menutup pintu, menyelot kuncinya, dan mematikan...
Aku ingin memberitahu kepadamu, siang ini aku berdering. Dering yang pantang menyerah untuk mati sebelum dijawab. Sampai-sampai Tuan Palu Kecil yang...
Setelah pintu rumah dibuka Ibu, Ayah langsung menerobos masuk ke dalam tanpa meletakkan sepatunya di rak sepatu terlebih dahulu. Kakinya masih...
Sudah pasti nama Haruki Murakami atau Kazuo Ishiguro lebih familiar didengar dari pada Ryonusuke Akutagawa. Beberapa mungkin meganggap nama ketiga tersebut...
“Intinya, kawanku ini, dia anak teknik nuklir, dan dia tidak berani menonton Oppenheimer, Ta. Kamu harus menuliskan soal dia. Sekarang dia...
Di penghujung tarikan nafas terakhirmu, kau merasakan Sang Batara mengusap matamu sekali lagi. Kesadaranmu kembali tertambat pada dunia dan peristiwa yang...