cerpen
Rupanya engkau perlu tiga belas tahun untuk menegakkan layarmu. Setelah sekian lama berjuang untuk bangkit, kapalmu berlabuh jua. Aku bahagia melihatnya....
Dia menghentikan kegiatan mengelupasi poster yang menempel di wajahnya. Dia mengerjapkan sebelah mata. Aku tidak tersinggung sebab matanya yang sebelah masih...
Does six o’clock have a fixed time division? That was the question that came out of somewhere on your mind. However, you were...
Ibuku seorang pelacur. Tapi ia tak mau disebut demikian. Katanya, panggil aku nona manis atau cukup Ibu saja, Nak. Aku tidak...
Kota itu tampak kelabu. Gedung-gedung berdiri lesu, penuh grafiti yang merupa bayangan-bayangan keputusasaan, pesan-pesan yang dilukis orang-orang yang barangkali sudah lupa...
Ibrahim Rasanya seperti menelan neraka. O bukan, justru saat ini nerakalah yang akan menelan saya. Saya tak begitu ingat bagaimana mulanya,...
Hari ini selasa, waktunya aku mencari uang sebanyak mungkin. Seharusnya pembeli berdatangan ke warung ini. Pengunjung di pasar tradisional ini tidaklah...
Langit mendung menggantung rendah di atas alun-alun kota. Hujan yang baru saja reda meninggalkan genangan-genangan air yang memantulkan cahaya dari obor-obor...
Saat mengunjungi Curug Watu Kelam di Alas Pati, tetiba muncul keterikatan yang kuat di hati Wira pada tempat tersebut. Tak lama...
Kepergiannya begitu menyakitkan. Tanpa perlu penghakiman lebih, akupun menyadari ada kesahalanku di sana. Perpisahan ini begitu mendadak. Dengan skenario terburuk yang...