cerpen
Rintik gerimis masih menjuntai dari balik awan. Semilir angin bertiup dengan iramanya yang sendu. Di bawahnya, Duratno mengemudikan mobilnya perlahan, seolah-olah...
Kebanyakan dari kita secara umum mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer (selanjutnya disingkat Pram) sebagai seorang sastrawan, sosok orang tua dari anak...
Rasi bintang utara masih berada di tempatnya. Seratus tahun yang lalu. Bahkan seribu tahun yang lalu. Dia masih berada di sana....
Di siang yang panas itu, Guru Fisika menerangkan hampir tanpa semangat. Daun-daun berguguran. Di luar ruangan ayam dan bebek berkejaran. Di...
Bau itu seakan terbang sejauh 460 kilometer, dari Pamulang ke Semarang. Bau yang mengingatkanku pada menu masakan favorit Ibu menjelang kematiannya,...
Dekorasi bernuansa putih, deretan hidangan di meja panjang, dan lensa kamera yang tak henti berkedip menjadi saksi betapa gugupnya Aziz hari...
Malam masih terlalu larut untuk membangunkan orang-orang dari tidurnya. Pukul tiga dini hari, aku menyelinap masuk ke rumah mewah itu. Hari...
Hidupku akan lebih baik jika aku menjadi kucing. Paling tidak bisa menjadi siluman kucing pada saat-saat tertentu. Setelah pukul enam pagi,...
Dia telah berada di perempatan Bulak Sumur pagi itu. Burung-burung cangak abu masih bertengger di hutan buatan milik Fakultas Kebudayaan. Dilihatnya...
“Mencintaimu merupakan plot hole dalam naskah cintaku. Kamu semestinya tidak ada. Setidaknya, tidak muncul tiba-tiba.” Lelaki itu tertawa. Mungkin dia merasa...