cerpen
“Kijang yang tadi ada di mana? Apa kau memindahkannya? Sudah kubilang, jangan! Ah, Jati, kau cuma seonggok pria yang suka bikin...
Senin, 6 Mei. Rinaya masih menggelesot di depan cermin. Alarm, yang biasa meronta-ronta nyaring, sudah mati sedari tiga puluh menit yang...
Mar bangun lebih pagi dari matahari. Ia duduk di ujung ranjangnya, memandang sepatunya yang terlalu bersih untuk digunakan. Ini hari pertama...
Hari itu matahari bersinar tanpa ampun, seperti satu mata raksasa yang marah menatap bumi. Tapi di dalam kamar kecil apartemennya yang...
Bau menyengat semerbak, merayap di antara dinding gorong-gorong dan menusuk hidung siapa saja yang membaui. Albu, sedang menyunat otaknya yang setinggi...
Jarum jam berdetak malas di dinding kusam, menandai tengah malam yang lengang. Di kamar rusun sempit lantai tiga belas, seorang penulis...
Perempuan selalu punya daya kuat untuk mengalahkan lelaki, apalagi pelacur seperti aku ini. Kalimat itu kutulis di balik struk belanja warung,...
Pada akhirnya, hidup Meng tetap penuh kemurungan dan kesedihan. Sudah jalannya. Tak ada yang bisa diharapkan dari apa pun. Bedanya, di...
Hari mulai gelap, jam dinding yang digantung pada sisi tengah gardu pos satpam menunjukkan pukul lima lebih empat puluh lima menit....
Apa yang harus dilakukan di hari-hari terakhir jabatannya ini? Mulyono terus memikirkan itu sepanjang hari. Sejak pagi hingga waktunya tidur di...