cerpen
Kalau lahir dan mati adalah perihal darah, maka aku di antara keduanya. *** BABAK I Samar-samar terlewat di kepalaku ingatan ketika...
Seperti biasanya, dengan berat hati, hari ini kau bangun dari tidurmu. Kau kucek matamu yang rasanya berat sekali untuk kau buka...
Pagi hari di Kamis Wage bulan Januari 2025, gerimis turun bercampur bau tanah dan tahi sapi di halaman belakang kontrakan Sejarah....
Dua seperempat jam terbang dari Hang Nadim ke YIA, sebuah pertanyaan membentang. Adakah suatu hari dalam hidupmu, mampu mengubah apa yang...
Aku duduk di depan teras rumah, melihat segerombolan katak lewat. Tapi ada yang tidak beres. Mereka berwarna merah dan bernyanyi parau,...
Mendekati Ring Road Utara, aku malah terjebak macet di lampu merahnya. Warna langit malam saat itu bukanlah warna hitam cerah dengan...
Bogor, 2046. “Menurut lu, abis emas apa?” suara Budi memenuhi ruang yang sumpek, diselingi decit kain pel yang diadu dengan lantai,...
Aku tidak ingat bagaimana aku sampai di tempat asing ini. Sebelumnya, aku masih berada di kamarku yang bernuansa merah muda, duduk...
Rara menata baju-baju ke dalam koper yang akan dibawa mudik bersama suaminya. Ia membuka catatan di ponselnya, mulai mengecek satu per...
Apa yang dicari orang ketika memasuki gang sempit selain maling dan copet? Hampir tidak ada. Dan dalam kehampiran itulah cerita ini...