cerpen
Desember, 2018 Lagi-lagi ayah menjotosi ibu. Lagi-lagi ibu hanya memasrahkan diri. Lagi-lagi saya hanya bisa menonton dari balik celah pintu kamar....
Aku ingin sekali bercerita kepada semua orang bahwa selama ini ada peti mati terkubur di antara sel-sel otakku. Peti mati itu...
Setelah dua hari tersebar, aku baru mengetahui berita tentang teroris yang mati itu. Kejadiannya hari Rabu lalu, dan meski baru benar-benar...
I Pemuda Pemurung bangkit dari tempat tidur setelah tiga jam bermenung tentang perkuliahannya yang hampir selesai, masa depannya, pekerjaannya kelak, dan...
Untuk ketiga kalinya, Dira mengetuk pintu. Tapi, dari balik pintu, belum terdengar langkah kaki. Dira menjejaki anak tangga, mengusut satu persatu...
“Kata Ibu, aku anak super. Aku bisa… terbang!” ucap Nura di suatu sore pada bebek-bebek angonnya. “Hah…. terbang?” sergahku sambil memelototkan...
Di ruangan ini, aku kehilangan memori dan waktu. Aku tak tahu sudah berapa lama atau kenapa aku di sini. Waktuku tidak...
Baca dulu: Pencuri Makam (Bagian 1) Pencuri Makam (Bagian 2) Matanya terbuka dan samar-samar Rahmat Saleh melihat orang-orang melewatinya seperti tak...
Baca Dulu: Pencuri Makam (Bagian 1) Orang-Orang yang Bersedih Rahmat Saleh terus berjalan menyusuri setapak di padang rumput yang kering. Ia...
Makam Besar dan Cahaya Rembulan Rahmat Saleh bersembunyi di balik semak. Angin malam menerobos lewat celah kausnya yang rombeng. Cahaya bulan...