cerpen
Plung plung plung~ Suara tai berjatuhan tenggelam-timbul dari permukaan sungai. “Malam ini jangan gagal, aku harus dapat pacar!” Pekik suara yang...
Tiada henti orang-orang membicarakan Kiai Zawir. Namun, mereka bukan membicarakan kepiawaiannya bertablig. Bukan juga berbicara soal amal jariah Kiai Zawir yang...
Aku tak menyesal terlahir sebagai seekor anjing. Hidup bukan untuk disesali, pandai-pandailah untuk bersyukur. Walaupun aku tak tahu, aku ini anjing...
Kau menahan gemuruh dalam dada dan ini hari ulang tahunmu yang kedua belas. Di depanmu terbentang danau kecil dengan tanah lain...
Kami tidak merayakan ulang tahun di rumah itu, sebab tidak ada yang benar-benar tahu kapan tepatnya tanggal kami dilahirkan. Ada yang...
Desember, 2018 Lagi-lagi ayah menjotosi ibu. Lagi-lagi ibu hanya memasrahkan diri. Lagi-lagi saya hanya bisa menonton dari balik celah pintu kamar....
Aku ingin sekali bercerita kepada semua orang bahwa selama ini ada peti mati terkubur di antara sel-sel otakku. Peti mati itu...
Setelah dua hari tersebar, aku baru mengetahui berita tentang teroris yang mati itu. Kejadiannya hari Rabu lalu, dan meski baru benar-benar...
I Pemuda Pemurung bangkit dari tempat tidur setelah tiga jam bermenung tentang perkuliahannya yang hampir selesai, masa depannya, pekerjaannya kelak, dan...
Untuk ketiga kalinya, Dira mengetuk pintu. Tapi, dari balik pintu, belum terdengar langkah kaki. Dira menjejaki anak tangga, mengusut satu persatu...