cerpen
“Semua tato itu temporer,” ucapnya, “tak ada yang permanen. Lagi pula, hidup ini fana.” Seketika saja aku teringat kata-kata yang dilontarkan...
Saat itu aku kurang mengerti kenapa Ayah dimandikan oleh orang lain, pedahal kemarin kami mandi bersama. Ia sempat mengibaskan pantatnya di...
Ada pelanggan baru di kafe “The Hundred Acre Wood”. Sudah lebih dari sebulan ini, hampir setiap hari, pada jam istirahat kantor...
“Sudahlah, semua itu bakal ilang. Bakal jadi omong kosong. Macam janji politik yang disampaikan orang-orang yang ingin memperbaiki negeri ini,” katanya dengan...
Konon, saat gerimis gugur pada siang yang terik, saat tiada satu pun awan menaungi, di tempat yang tidak terlampau jauh, sepasang...
Jika seseorang mati, tempat macam apakah yang akan ia tuju? Apa benar tempat di seberang sana, yang menjadi peraduan bagi para...
“Maaf,” Anna dengan sangsi mencoba memulai percakapan, “Mengapa kau melukis kesedihan? Bukankah seni seharusnya membawa kebahagiaan?” Raymond terdiam, tetapi kedua matanya...
Kemarin ayah memeriksa ponselku. Dia menemukan pesan-pesan Facebook dari ibu. Ayah menampar pipiku sekali dan tak mengajakku bicara semalaman. Gadis itu...
Malam Pertama | Hantu 1 (Yang Acak) Di bawah atap sebuah kafe, aku menyeruput sendirian Vietnam Drip yang rasanya bisa dikatakan...
Pada suatu senja di ujung dunia, Matahari terbenam dan tak pernah terbit lagi. Semua yang rawan hatinya, berkumpul di pesisir. Ingin...