cerpen
Malam idulfitri lima tahun lalu, saya mulai menyadari Mamah kembali dari kematian dan bersemayam di lidah saya. Mamah atau mungkin ruhnya,...
Aidul sebenarnya sudah yakin benar dengan keputusannya. Ia akan menutup kelas penulisan kreatif yang sudah beberapa tahun ia selenggarakan. Ia merasa...
Aku masih remaja ketika itu, saat pertama kali kuminta seorang anak lelaki mencium buah dadaku di semak-semak perkebunan singkong. Ia menyuruhku...
O, Para Penyendiri! Bosankah kau terhadap cinta atas dirimu sendiri? Letih sudah terhadap cinta kepada kesendirian duniamu itu? Telah jenuh pula...
Selamat datang! Sudah lama aku menunggu. Duduklah! Aku sudah menyiapkan sebuah kursi untukmu. Jika berkenan aku akan menyiapkan kopi terlebih dulu...
Selayaknya déjà vu, pelbagai sesuatu yang membingungkan itu kembali lagi memenuhi ruang kosong dalam rongga jantung hatimu—memunculkan sewujud pengetahuan internal yang...
Sobekan kasar dan tergesa. 3 kata. Di pojok halaman 63. Beberapa kata di halaman 65 seperti aurat yang terbuka. Sobekan itu...
“Semua tato itu temporer,” ucapnya, “tak ada yang permanen. Lagi pula, hidup ini fana.” Seketika saja aku teringat kata-kata yang dilontarkan...
Saat itu aku kurang mengerti kenapa Ayah dimandikan oleh orang lain, pedahal kemarin kami mandi bersama. Ia sempat mengibaskan pantatnya di...
Ada pelanggan baru di kafe “The Hundred Acre Wood”. Sudah lebih dari sebulan ini, hampir setiap hari, pada jam istirahat kantor...