cerpen
Kemarin ayah memeriksa ponselku. Dia menemukan pesan-pesan Facebook dari ibu. Ayah menampar pipiku sekali dan tak mengajakku bicara semalaman. Gadis itu...
Malam Pertama | Hantu 1 (Yang Acak) Di bawah atap sebuah kafe, aku menyeruput sendirian Vietnam Drip yang rasanya bisa dikatakan...
Pada suatu senja di ujung dunia, Matahari terbenam dan tak pernah terbit lagi. Semua yang rawan hatinya, berkumpul di pesisir. Ingin...
Ale: “Kau sudah membaca berita?” Gori: “Berita apa? Ada triliunan berita yang diproduksi setiap hari.” Ale: “Berita soal mantan pejabat intelijen...
Tiap dua bulan sekali, Bupati Sadikin menyewa satu kios barber dekat Pasar Joar. Alasan moralnya, supaya merakyat. Alasan konkretnya, supaya bisa...
Pelangi pelangi, alangkah indahmu Merah, kuning, hijau Di langit yang biru. Kini akan kunyanyikan sekali lagi. Sekali lagi. *** Kuberitahu...
Sudah tiga hari kedai yang kaukelola tak lagi dikunjungi pembeli. Kauketuk ujung pensilmu berkali-kali. Tak tahu mau menulis apa di buku...
Bapak benar-benar melihat. Garis mengilat. Perpaduan buih dan senja. Menggenang di ujung celana bahan yang dilipatnya asal. Celana yang biasa basah...
Sepanjang tangga pualam itu aku mungkin menemukan berbagai hal yang saling berkaitan lagi atau tidak sama sekali. Tempat duduk atau tempatku...
Bicaralah, mungkin batu pun juga ingin bicara. Membuka pintu yang mungkin bercabang. Menjalar ke mana-mana. Hanya satu itu. 3 kata. Mungkin...