cerpen
Jika seseorang mati, tempat macam apakah yang akan ia tuju? Apa benar tempat di seberang sana, yang menjadi peraduan bagi para...
“Maaf,” Anna dengan sangsi mencoba memulai percakapan, “Mengapa kau melukis kesedihan? Bukankah seni seharusnya membawa kebahagiaan?” Raymond terdiam, tetapi kedua matanya...
Kemarin ayah memeriksa ponselku. Dia menemukan pesan-pesan Facebook dari ibu. Ayah menampar pipiku sekali dan tak mengajakku bicara semalaman. Gadis itu...
Malam Pertama | Hantu 1 (Yang Acak) Di bawah atap sebuah kafe, aku menyeruput sendirian Vietnam Drip yang rasanya bisa dikatakan...
Pada suatu senja di ujung dunia, Matahari terbenam dan tak pernah terbit lagi. Semua yang rawan hatinya, berkumpul di pesisir. Ingin...
Ale: “Kau sudah membaca berita?” Gori: “Berita apa? Ada triliunan berita yang diproduksi setiap hari.” Ale: “Berita soal mantan pejabat intelijen...
Tiap dua bulan sekali, Bupati Sadikin menyewa satu kios barber dekat Pasar Joar. Alasan moralnya, supaya merakyat. Alasan konkretnya, supaya bisa...
Pelangi pelangi, alangkah indahmu Merah, kuning, hijau Di langit yang biru. Kini akan kunyanyikan sekali lagi. Sekali lagi. *** Kuberitahu...
Sudah tiga hari kedai yang kaukelola tak lagi dikunjungi pembeli. Kauketuk ujung pensilmu berkali-kali. Tak tahu mau menulis apa di buku...
Bapak benar-benar melihat. Garis mengilat. Perpaduan buih dan senja. Menggenang di ujung celana bahan yang dilipatnya asal. Celana yang biasa basah...