cerpen
Ale: “Kau sudah membaca berita?” Gori: “Berita apa? Ada triliunan berita yang diproduksi setiap hari.” Ale: “Berita soal mantan pejabat intelijen...
Tiap dua bulan sekali, Bupati Sadikin menyewa satu kios barber dekat Pasar Joar. Alasan moralnya, supaya merakyat. Alasan konkretnya, supaya bisa...
Pelangi pelangi, alangkah indahmu Merah, kuning, hijau Di langit yang biru. Kini akan kunyanyikan sekali lagi. Sekali lagi. *** Kuberitahu...
Sudah tiga hari kedai yang kaukelola tak lagi dikunjungi pembeli. Kauketuk ujung pensilmu berkali-kali. Tak tahu mau menulis apa di buku...
Bapak benar-benar melihat. Garis mengilat. Perpaduan buih dan senja. Menggenang di ujung celana bahan yang dilipatnya asal. Celana yang biasa basah...
Sepanjang tangga pualam itu aku mungkin menemukan berbagai hal yang saling berkaitan lagi atau tidak sama sekali. Tempat duduk atau tempatku...
Bicaralah, mungkin batu pun juga ingin bicara. Membuka pintu yang mungkin bercabang. Menjalar ke mana-mana. Hanya satu itu. 3 kata. Mungkin...
Hujan mulai turun, Burung Kecil masih bertengger di dahan pohon, bulu-bulunya dipenuhi butiran air, matanya yang terpejam mulai terbuka perlahan, dia...
“Aku menopause! Oh, Martha! Senangnya! Hari-hariku sebagai budak telah selesai! Oh, Martha! Kau akan kutraktir bir termahal selama sebulan!” Martha tersenyum,...
Pengangguran atau bukan, ada baiknya Anda membaca kisah ini. “Kesuksesan hanya akan berpihak kepada mereka yang mau setengah mati memperjuangkan mimpinya,”...