cerpen
Aku membayar hidupku untuk perkawinan ini. Di sepanjang langkahku, aku berpikir bahwa tujuan hidupku adalah memakai kebaya putih dengan siger Sunda,...
Kilat mengubah warna langit yang abu-abu jadi bercahaya. Dua petir adu cepat mencari mangsa. Petir pertama menghantam sebuah pesawat hingga terbelah...
Sejak diprediksi hidupku tak lama lagi, aku memutuskan berhenti minum obat. “Akan kusambut kematian dengan gagah berani,” begitu kataku pada diriku...
Kala itu, kampungku begitu muram. Kabar kematian presiden pertama kami telah tersebar. Doa yang dilantunkan seperti asap yang mengudara—mengepul dari atap...
“Ceritakan saya tentang negeri yang korup, wahai, Juru Cerita!” kataku kepada Drusba, Si Juru Cerita kita. “Baiklah, saya akan menceritakan kepada...
Sudah tahun baru pula. Semalam aku tertidur di sebelah anakku, tak peduli bunyi petasan di luar, dan tak punya niatan melongok...
“Kau harus pegang betul-betul pedang ini!” Teriak seorang lelaki yang memakai zirah berlepotan darah. Gemuruh teriakan dan suara sayatan daging di...
Hanya butuh sebuah gerakan kecil untuk mengakhiri semuanya. Aku seharusnya segera menendang kursi di bawahku menjauh dan biarkan sisanya diambil alih...
Langit yang mahapemurah menebarkan benih-benih cahaya bagi para pemimpi, dan seribuan harum kembang bertumbuh dari mimpi-mimpi kecilnya. Siang terik yang telah...
Kami ini para penyintas pandemi. Teman-teman dekatku, yang tinggal sekota di kota ini rasanya hanya tinggal Ingka. Itu yang membuat kami...