cerpen
Sudah sejak tiga tahun lalu, Dawir tak pernah sekali pun menginjakkan kaki di rumah sepupunya, Mirna. Namun, sore itu kakinya melangkah...
Leher Sadat yang berkeringat. Juga gemetar tangannya setiap kali Sigi meneriakinya membuatku protes dan merasa cara itu keterlaluan. Tetapi Sigi hanya...
Sekelompok pemuda tengah mengaso dan berbincang di sebuah warung kopi. Nagorei, salah satu dari lima pemuda itu, menyeruput kopi hitamnya sampai...
Daun pintu berbunyi kencang. Pasangan suami istri itu tampak menjualbelikan perkelahian dengan tunai. Napas istrinya tersengal-sengal oleh embusan kekecewaan. Terduduk di...
Apa kau punya kaki? Pernahkah kau membayangkan jika kau tak punya? Aku pernah. Kala itu umurku masih sepuluh. Aku yang masih...
“Satu bab selesai malam ini,” begitu kataku tetiba malam kepada Nisa, kawan akrabku sekelas Ilmu Sejarah. Selama ini, ia jua paling...
Suryo menyerahkan beberapa gepok uang yang telah ia kumpulkan susah payah. Hampir tiga tahun Suryo kerja tak kenal waktu demi melunasi...
Mbok Kliwon yang menyeramkan itu, tinggal di belakang rumahku. Tapi rumah kami saling membelakangi, jadi kami tidak pernah bertemu. Kata Marni...
Pagi kembali datang. Sekali pun ruangan ini gelap, ada seberkas cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui celah kayu di jendela. Aku...
Sebuah lukisan tergantung di dinding rumah Jabrik, seorang buruh tambang pasir yang doyan mengundi nasib di gelanggang sabung ayam untuk mencoba...