Terbaru

Tutorial Menyakiti Perasaan Sendiri dan Puisi Lainnya

tutorial menyakiti perasaan sendiri pertama, simpanlah perasaan ingin memiliki hatinya meski ia tak memiliki hati. semacam marinasi, pastikan perasaanmu...
aditya ardi n aditya ardi n
1 min read

Naik Kereta Api, Uang Anda Prioritas Kami

Sejak lama, KAI menjadi pemain tunggal di industri perkeretaapian. Sejak lama pula, KAI memonopoli bisnis layanan angkutan kereta api....
Risang Parandika Risang Parandika
3 min read

Kematian yang Nyaring

Jika seseorang mati, tempat macam apakah yang akan ia tuju? Apa benar tempat di seberang sana, yang menjadi peraduan...
Candrika Adhiyasa Candrika Adhiyasa
9 min read

Kritik Ilmu Sosial Profetik terhadap Marxisme

Saat membaca Paradigma Islam Interpretasi untuk Aksi (1991) yang berisi kumpulan tulisan Kuntowijoyo, pertanyaan ini terus berseliweran dalam pikiran:...
Ahmad Zainul Khofi Ahmad Zainul Khofi
2 min read

Fatalis dan Puisi Lainnya

MATA PISAU Di mulutnya suara-suara terkunci seperti jalanan dini hari. Ia sepatu yang berhadapan dengan sisi lain tubuhnya, tetapi...
Irvan Syahril Irvan Syahril
2 min read

Menyapa Pekerja Ibukota

Tulisan ini dibuat ketika saya berada di lantai dua puluh empat salah satu gedung ikonik di kawasan Medan Merdeka...
safi sahri safi sahri
4 min read

 

Editorial: Indonesia’s Hormuz Wake-Up Call

As Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim sat down with President Prabowo Subianto this week, the contrast could not be clearer: Malaysia is still...
Editorial Omong-Omong Editorial Omong-Omong
4 min read

 

 

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email