Terbaru

Mimpi Ayah dan Puisi Lainnya

MIMPI AYAH Ayah selalu tidur di ruang tamu. Ia bilang kamar itu terlalu luas untuk mimpinya yang kecil. “Kursi...
Kelabu - Kelabu -
2 min read

Di Pesta yang Biasa dan Puisi Lainnya

Di Tengah Uluru Sepi Kaset tua memutar gema, sunyi membelai seperti bayang air. Yang hilang kembali tanpa tubuh, berdiri...
salman aristo salman aristo
2 min read

Hari Terakhir Kota Ini

Pemberitahuan itu muncul tanpa suara. Tidak ada sirene. Tidak ada pidato panjang. Tidak ada kemarahan. Hanya selembar kertas yang...
Rakhan Wardhanni Rakhan Wardhanni
3 min read

Menunggu Sungguh Bukan Pekerjaan yang Menyenangkan

“Aku akan menunggu.” “Sampai kapan?” “Sampai kamu datang kembali.” “Yakin? Menunggu sungguh bukan pekerjaan yang menyenangkan.” Di ruang dan...
safi sahri safi sahri
4 min read

Tata Cara Mengiris Negeri dan Puisi Lainnya

Tata Cara Mengiris Negeri Ambillah pisau tajam bernama efisiensi, lalu letakkan negeri ini di atas talenan. Pegang erat, jangan...
Widi Iskandar Rangkuti Widi Iskandar Rangkuti
5 min read

Mandatory Perantau dan Puisi Lainnya

mandatory perantau di tiap sudut kota yang menjelma wajah asing akulah debu beterbangan dari bulan ke bulan lain tak...
Jasmine Noor Jasmine Noor
1 min read

 

Editorial: Prabowo’s Unserious Peace Broker Offer Amid US-Israel Attacks on Iran

If US President Donald Trump were to ask Indonesian President Prabowo Subianto to send troops to help him fight Iran, it would come...
Editorial Omong-Omong Editorial Omong-Omong
4 min read

 

 

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email