sastra
Perokok Cilik Masih kau ingat tamparan itu Tangan lembut yang pertama kali memelukmu Sepulang sekolah, dan kau masih bocah. “Bukankah telah...
Kebisuan Waktu Aku mendengar nasib yang menggigil di kebisuan waktu. Nasib yang gagal di ceruk-ceruk waktu. Harapan yang mati muda di...
Di menit pertama, sunyi terasa begitu berat—bukan sunyi yang hening dan menenangkan, tapi sunyi yang mencekik, seperti udara yang mendadak hilang....
Kokok ayam sudah terdengar dari desa di utara, tetapi pertempuran yang berlangsung sejak dini hari tadi belum juga selesai. Dia masih...
DI MANA KITA SALAH MENGIRA? Di suatu Senin tubuhmu adalah mesin pengolah filosofi teras menjadi tangga kelas memproses lagu Peradaban akses...
Sudah sejak tiga tahun lalu, Dawir tak pernah sekali pun menginjakkan kaki di rumah sepupunya, Mirna. Namun, sore itu kakinya melangkah...
ke mana yang tak sampai sudah tumbuh puisi-puisi ini menemukan takdir entah itu dibenakmu atau menjalar menjadi bagian badan usia, usai...
Sewaktu Kanak Ia Bercita Menjadi Penjahat Waktu kanak-kanak, saat bermain sehabis mengaji magrib-magrib di musala, saat bermain kejar-kejaran entah mengapa ia...
Leher Sadat yang berkeringat. Juga gemetar tangannya setiap kali Sigi meneriakinya membuatku protes dan merasa cara itu keterlaluan. Tetapi Sigi hanya...
Hutan yang Hilang Arah Pohon-pohon dulu tumbuh tegak, rindang, daunnya bebas menyentuh langit. Angin berbisik dari segala arah, membawa suara-suara yang...