sastra
Cerebral hemorrhage Ah, usia, mengapa waktu memintas begitu bergegas, hari ke hari, detik ke detik, seperti mimpi yang lekas terjaga? Maut...
“Meongggggg.” “Meongggggggggg.” “Meongggggggggggggg.” “Meonggggggggggggggggg.” “Gomprang, gomprang.” “Kalau mau berantem jangan di depan rumah,” teriakku setelah melempar panci. “Apa ada lagi yang...
Aroma tembakau sudah diakrabinya sejak dini. Bermula dari kakeknya yang seorang pengusaha rokok di kota M menjadikan rumah mereka sekaligus sebagai...
Hari itu hujan rintik-rintik, notifikasi di ponselku terus berdenting. Grup alumni SMA mendadak ramai. Ada satu foto yang terus di-forward—foto dia...
Masih pagi, Laila melamun ditatap lalat. Ia balas melotot, hendak bertanya, tapi lalat langsung raib terbang dan hilang. Meninggalkan laut teduh...
DI DUNIA YANG SEMPURNA Hanya aku serta segala yang dicinta begini cara puisi menghibur diri. Aku punya hati yang menggerakkan revolusi...
Saya lagi-lagi melihat perempuan itu menangis. Bulir demi bulir air yang mengalir dari kesejukan matanya membuat saya bertanya-tanya. Kenapa perempuan itu...
Sastrawan kenamaan asal Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, pernah menghadirkan sebuah adagium populer “Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Adagium ini seolah-olah menjadi...
Di halaman belakang rumah Mastur, seekor kakatua jambul kuning bersarang di dalam kerangkeng besi. Sejak dibawa dari Papua dua bulan lalu,...
Ketua Asosiasi Perempuan mendengarkan lantunan musik dari gramofon tuanya. Dia berdansa sendirian seperti tidak butuh siapa pun dalam hidupnya. Suami Nyonya...