sastra
PDKT kau berkirim pesan di pagi yang riang, “di hatiku yang rumpang, masih ada luang ruang bagi seseorang, yang di kedung...
Kota itu tampak kelabu. Gedung-gedung berdiri lesu, penuh grafiti yang merupa bayangan-bayangan keputusasaan, pesan-pesan yang dilukis orang-orang yang barangkali sudah lupa...
hari yang (di)putus ingatkah kau ketika, di penghujung nabi tak henti mengumandangkan hari akhir yang merindukan awal awal yang selalu berpulang...
Ibrahim Rasanya seperti menelan neraka. O bukan, justru saat ini nerakalah yang akan menelan saya. Saya tak begitu ingat bagaimana mulanya,...
Hari ini selasa, waktunya aku mencari uang sebanyak mungkin. Seharusnya pembeli berdatangan ke warung ini. Pengunjung di pasar tradisional ini tidaklah...
Penyair dalam Tanda Kutip Sekali kutimbang khazanah Jalannya kesusastraan kita Dari zaman paling purba Hingga masa mutakhir katanya Segala kebaharuan tercipta...
Tulus tiada yang lebih tulus dari nasi uduk malam bersambal kacang yang disantap dalam remang tiada yang lebih tulus dari uang...
Joko Pinurbo dikenal sebagai penyair yang gemar mempermainkan dan mendayagunakan keunikan kata-kata bahasa Indonesia, sehingga tidak sedikit puisinya yang hanya dapat...
Meja Makan dan Kelaparan yang Berulang Mari kita selesaikan lapar di meja makan dan kita susun ulang kelaparan lain sebelum matahari...
Langit mendung menggantung rendah di atas alun-alun kota. Hujan yang baru saja reda meninggalkan genangan-genangan air yang memantulkan cahaya dari obor-obor...