puisi
Roti Bakar buru-buru kau simpan belati di balik punggung baju. kau lari ngejar orang entah hantu. aku lagi nunggu Icha beli...
milik rahasia malam melihat kita sebagai rahasia sungguhpun begitu– di depan matanya; cinta mengakui ia milik siapa – pulau merak kecil...
Plasebo bintang-bintang yang berembus bersama angin sayup-sayup dan udara yang mengandung hening bening setetes embun begitulah masa kecil yang kubawa dalam...
samar malam melempar aku di kamp konsentrasi tidur berdenging firman-firman tuhan di setengah maut apabila sunyi di tepi samar dan aku...
mau mati, seperti? i dada sesak, dada sesak dada, dada sesak, sesak ada, dada ada, sesak ii kuyu-bengkak-merah masih melayat luka...
Kota Lamunan Aspal basah menantang ujung awan, menerima hujan yang kini menjadi genangan Angin menyapu gigilmu di antara klakson mobil bersahutan. ...
stasiun terakhir mungkinkah kita telah sampai di stasiun terakhir; airmata menggantung pada setiap papan informasi, juga ornamen-ornamen biru; lambaian tangan yang...
“… Dilihat dari sudut pandang yang berbeda, Bumi adalah selingan bagi angkasa luas yang monoton.” (Goenawan Mohamad, dalam Tuhan dan Hal-Hal...
Bising Jalanan Motor-motor itulah pikiranku yang tidak berhenti meski lampu sedang merah. Jalan kelabu berlubang itulah lidahku yang rusak parah, bernanah...
Absurditas tentang Seekor Kupu-kupu o, pagi apakah ketika sebatang kakiku adalah setangkai bunga bagi seekor kupu-kupu? pagi melankoli, pagi tanpa secangkir...