cerpen
Setelah hampir setahun terlelap dalam tanah, akhirnya aku terlahir di dunia, sebagai kunang-kunang yang mengemban cahaya hingga akhir hayatnya. Tak lama,...
Hujan… pakaianmu telah basah sebagian. Sungguh jadwal pulang kantor yang selalu tak tepat, keluhmu dalam hati. Azan magrib usai berkumandang ketika...
Pemberitahuan itu menyebar dari telinga ke telinga bahkan sebelum pengumuman resminya dikeluarkan oleh perusahaan. Aku sendiri mendapat kabar itu dari Pak...
Setelah tujuh puluh lima tahun, kapal kembali bersandar di pulau ini. Dengungan sirinenya menggetarkan seluruh penjuru pulau, membangunkan Bandiman yang tertidur...
“Mungkin sebentar lagi …” Ia memandangi layar gawai lalu mendekapnya di dada. “Mungkin bakal ada pemberitahuan masuk sebentar lagi …” Harapannya...
Kesuksesan bagi orang miskin seperti kita ibarat seekor gajah di atas pohon, tak ada yang tahu mengapa ia bisa sampai ke...
CINCIN emas yang melingkar di jari manisnya itu adalah satu-satunya alasan mengapa Fana tak lekas mengakhiri hidupnya. Pada satu hari yang...
CIUMAN pertamaku, kudapat dari orang asing yang baru kukenal lewat aplikasi kencan. Aku ragu apakah ini bisa disebut sebagai pengalaman berharga...
Di perjudian hidup ini, apa yang akan kau dapatkan? Akankah berakhir dengan bisa menikmati teh di sore hari setiap petang, atau...
Kalau truk agen barang milik Om Adi singgah di warung Haji Usin, aku suka naik ke baknya. Aku suka dan takjub...