cerpen
Aku bersumpah tidak akan memaafkan Ibu. Ia selalu melarangku untuk berdekatan dengan Bapak. Pernah suatu sore, aku merajuk ingin mandi bersama...
Aku kehilangan kendali atas diriku. Aku mengulang rutinitas yang sama: bangun, mandi, makan, kerja, pulang, dan tidur. Aku juga sering dimarahi...
Hujan di malam hari yang sedikit berangin adalah cuaca yang menemaniku saat menuliskan ini. Catatan yang sebenarnya hanya untuk diriku sendiri,...
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi, Kaf meminta maaf kepadaku. Kaf tidak menjelaskan alasan mengapa ia meminta maaf dan dengan...
Pembaca tidak mencuri, sedang pencuri tidak membaca. Kamu tidak akan berpikir demikian kalau kamu mengenalku, Bachtiar Alajan. Aku seorang pembaca dan...
Negara mengimbau rakyat jangan bermewah-mewah. Preett. Mau tahu apa arti bermewah-mewah bagi wong cilik? Hadir di pemakamanmu sendiri. Aku sering membayangkan...
Masyarakat Desa Mejaya, seperti mayoritas orang desa lainnya, hidup selaras mengikuti alam. Orang-orang menikmati saat menunggu tanaman tumbuh, berkembang, hingga dipanen....
“Aku tahu apa yang akan kau katakan, dan sebelum kau mengucapkannya, izinkan aku mengingatkanmu bahwa kau sedang bermain dengan daging dan...
Buat apa kau berterima kasih kepada Pemerentah? Memangnya apa yang sudah Pemerentah berikan kepadamu selama ini? Popularitas? Uang? Jabatan? Atau Kekuasaan?...
Bapak adalah seorang penyembah pohon. Setidaknya itulah yang dikatakan orang-orang desa. Ini sudah hampir petang, aku disuruh Ibu mencari Bapak yang...