Fiksi & Puisi

Balas Dendam dan Zombi

Leher Sadat yang berkeringat. Juga gemetar tangannya setiap kali Sigi meneriakinya membuatku protes dan merasa cara itu keterlaluan. Tetapi Sigi hanya...
Ilham Maulana Ilham Maulana
7 min read

Perjamuan yang Tak Pernah Ada dan Puisi Lainnya

Hutan yang Hilang Arah Pohon-pohon dulu tumbuh tegak, rindang, daunnya bebas menyentuh langit. Angin berbisik dari segala arah, membawa suara-suara yang...
Rizal Nurhadiansyah Rizal Nurhadiansyah
2 min read

Lomba Mengalahkan Politisi

Sekelompok pemuda tengah mengaso dan berbincang di sebuah warung kopi. Nagorei, salah satu dari lima pemuda itu, menyeruput kopi hitamnya sampai...
Faisal Akbar Faisal Akbar
5 min read

Kerja dari Mana Saja dan Puisi Lainnya

Kerja dari Rumah, Kerja dari Mana Saja Pagi yang begitu malas, menginternir aku dari sebuah komuter kesibukan keyboard menari, layar-layar hegemoni berderet...
Rifqi Septian Dewantara Rifqi Septian Dewantara
1 min read

Stroberi di Perut Ibu

Daun pintu berbunyi kencang. Pasangan suami istri itu tampak menjualbelikan perkelahian dengan tunai. Napas istrinya tersengal-sengal oleh embusan kekecewaan. Terduduk di...
Siti Nurgian Utina Siti Nurgian Utina
2 min read

September Pink dan Puisi Lainnya

Candu Waktu berjalan bagaikan pendulum gilingan padi milik seorang kakek yang terenga-engah dikejar rente, dan seorang perempuan parlente terbaring di atas...
Ziyad Alena Ziyad Alena
49 sec read

Kaki

Apa kau punya kaki? Pernahkah kau membayangkan jika kau tak punya? Aku pernah. Kala itu umurku masih sepuluh. Aku yang masih...
Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
4 min read

Berkat Slametan

Suryo menyerahkan beberapa gepok uang yang telah ia kumpulkan susah payah. Hampir tiga tahun Suryo kerja tak kenal waktu demi melunasi...
Tantri DP Tantri DP
8 min read

Mengenang Hari-Hari dan Puisi Lainnya

mengenang hari-hari aku tahu, hari-hari akan berlalu apa yang dulu kuncup, perlahan layu. kenangan yang tabah menjaga usia masa muda yang...
Rafael Yanuar Rafael Yanuar
46 sec read

Mbok Kliwon

Mbok Kliwon yang menyeramkan itu, tinggal di belakang rumahku. Tapi rumah kami saling membelakangi, jadi kami tidak pernah bertemu. Kata Marni...
Fatwa Amalia Fatwa Amalia
2 min read