Fiksi & Puisi
Ketua Asosiasi Perempuan mendengarkan lantunan musik dari gramofon tuanya. Dia berdansa sendirian seperti tidak butuh siapa pun dalam hidupnya. Suami Nyonya...
Perokok Cilik Masih kau ingat tamparan itu Tangan lembut yang pertama kali memelukmu Sepulang sekolah, dan kau masih bocah. “Bukankah telah...
Kebisuan Waktu Aku mendengar nasib yang menggigil di kebisuan waktu. Nasib yang gagal di ceruk-ceruk waktu. Harapan yang mati muda di...
Di menit pertama, sunyi terasa begitu berat—bukan sunyi yang hening dan menenangkan, tapi sunyi yang mencekik, seperti udara yang mendadak hilang....
Kokok ayam sudah terdengar dari desa di utara, tetapi pertempuran yang berlangsung sejak dini hari tadi belum juga selesai. Dia masih...
DI MANA KITA SALAH MENGIRA? Di suatu Senin tubuhmu adalah mesin pengolah filosofi teras menjadi tangga kelas memproses lagu Peradaban akses...
Angka-angka kiriman Dewa Yunani yang sedang bergulir di layar ponsel Rusdi, membuatnya tak bergegas masuk ke dalam toko kelontong. Dia masih...
Sudah sejak tiga tahun lalu, Dawir tak pernah sekali pun menginjakkan kaki di rumah sepupunya, Mirna. Namun, sore itu kakinya melangkah...
ke mana yang tak sampai sudah tumbuh puisi-puisi ini menemukan takdir entah itu dibenakmu atau menjalar menjadi bagian badan usia, usai...
Sewaktu Kanak Ia Bercita Menjadi Penjahat Waktu kanak-kanak, saat bermain sehabis mengaji magrib-magrib di musala, saat bermain kejar-kejaran entah mengapa ia...