Fiksi & Puisi

Laugh of the Masses and Other Poems

I – Something Behind The Door There is something behind the door. Even though the room is dark, you can see...
Nuzul Ilmiawan Nuzul Ilmiawan
1 min read

Obituarium Biru dan Puisi Lainnya

Cerebral hemorrhage Ah, usia, mengapa waktu memintas begitu bergegas, hari ke hari, detik ke detik, seperti mimpi yang lekas terjaga? Maut...
Robi Aulia Abdi Robi Aulia Abdi
1 min read

Sekrup-Sekrup Pabrik

“Meongggggg.” “Meongggggggggg.” “Meongggggggggggggg.” “Meonggggggggggggggggg.” “Gomprang, gomprang.” “Kalau mau berantem jangan di depan rumah,” teriakku setelah melempar panci. “Apa ada lagi yang...
Rudi Setiawan Rudi Setiawan
7 min read

Pameran yang Berbeda

Hari itu hujan rintik-rintik, notifikasi di ponselku terus berdenting. Grup alumni SMA mendadak ramai. Ada satu foto yang terus di-forward—foto dia...
Virya Anisa Virya Anisa
2 min read

Laut Teduh

Masih pagi, Laila melamun ditatap lalat. Ia balas melotot, hendak bertanya, tapi lalat langsung raib terbang dan hilang. Meninggalkan laut teduh...
Beda Holy Septianno Beda Holy Septianno
8 min read

Di Dunia yang Sempurna dan Puisi Lainnya

DI DUNIA YANG SEMPURNA Hanya aku serta segala yang dicinta begini cara puisi menghibur diri. Aku punya hati yang menggerakkan revolusi...
Muhammad Husni Muhammad Husni
2 min read

Perempuan yang Menangisi Adik Lelaki Saya

Saya lagi-lagi melihat perempuan itu menangis. Bulir demi bulir air yang mengalir dari kesejukan matanya membuat saya bertanya-tanya. Kenapa perempuan itu...
Silvia Utami Silvia Utami
3 min read

Dosa Burung Kakatua

Di halaman belakang rumah Mastur, seekor kakatua jambul kuning bersarang di dalam kerangkeng besi. Sejak dibawa dari Papua dua bulan lalu,...
Delpedro Marhaen Delpedro Marhaen
2 min read

Semua tentang Ketua Asosiasi Perempuan Itu

Ketua Asosiasi Perempuan mendengarkan lantunan musik dari gramofon tuanya. Dia berdansa sendirian seperti tidak butuh siapa pun dalam hidupnya. Suami Nyonya...
Aprilia Nurmala Dewi Aprilia Nurmala Dewi
4 min read

Perokok Cilik dan Puisi Lainnya

Perokok Cilik Masih kau ingat tamparan itu Tangan lembut yang pertama kali memelukmu Sepulang sekolah, dan kau masih bocah. “Bukankah telah...
Cangker Sholihuddin Cangker Sholihuddin
1 min read