sastra
000 —upaya meninggalkan Tahun 2024 Burung di tanah merah menanti kekasihnya selama senja menciut dan Tangsel busuk berhenti menertawakan takdir Republik...
KEPALAKU PEDESTRIAN isi kepalaku adalah pedestrian berbaru pesing retak pematang jalan—kaleng-kaleng kosong angin sangat malas menjemput aroma dan jalan yang terhenti...
Bukanlah sebuah kesengajaan untuk membiarkan tubuhku dirundung kuyup. Pada saat itu mataku terpejam. Aku tertidur dalam lindungan pohon rindang yang membawa...
Dua bulan yang lalu, seorang teman sekaligus mentor saya dalam mengenal isu-isu lingkungan hidup, memberikan saya sebuah novela secara cuma-cuma yang...
Fiksi nyatanya tak sekadar susunan kata, melainkan jendela ke dunia lain, tempat di mana ketidakadilan dapat dilihat, dirasa, dan—kadang-kadang—dilawan. Saya membayangkan...
“Bagi kami, hutan adalah hidup dan hidup adalah hutan,” kata Wa Sahdi sambil melinting sebuah cerutu. “Dan sekarang, kami sedang berjuang...
NERAKA SENIN 06:00. Di cermin buram wajahku retak, separuh tertinggal di kasur jejak. Sayap kupasang di gantungan pintu, mimpi-mimpi jatuh, berserak...
SEPI IALAH MANTAN jam berlompatan ke halaman tidurku igau dari segala igau angin petang bergelombang mengimbau, pulanglah mimpi berkemas catatan agar...
“Paket…” Masih tak ada balasan apapun dari dalam rumah tersebut. Ini adalah seruan ketujuh kalinya. Ia mengamati lagi gerbang rumah. Pandangannya...
V Ada hari ketika Gelombang pasang Tak bikin gamang Badai datang Tak bikin patah Ranting Dan itu hanya Hari lalu Ada...