Ibadah Puisi di Penghujung Hari
milik rahasia malam melihat kita sebagai rahasia sungguhpun begitu– di depan matanya; cinta mengakui ia milik siapa – pulau merak kecil...
Plasebo bintang-bintang yang berembus bersama angin sayup-sayup dan udara yang mengandung hening bening setetes embun begitulah masa kecil yang kubawa dalam...
samar malam melempar aku di kamp konsentrasi tidur berdenging firman-firman tuhan di setengah maut apabila sunyi di tepi samar dan aku...
mau mati, seperti? i dada sesak, dada sesak dada, dada sesak, sesak ada, dada ada, sesak ii kuyu-bengkak-merah masih melayat luka...
Kota Lamunan Aspal basah menantang ujung awan, menerima hujan yang kini menjadi genangan Angin menyapu gigilmu di antara klakson mobil bersahutan. ...
stasiun terakhir mungkinkah kita telah sampai di stasiun terakhir; airmata menggantung pada setiap papan informasi, juga ornamen-ornamen biru; lambaian tangan yang...
Bising Jalanan Motor-motor itulah pikiranku yang tidak berhenti meski lampu sedang merah. Jalan kelabu berlubang itulah lidahku yang rusak parah, bernanah...
Absurditas tentang Seekor Kupu-kupu o, pagi apakah ketika sebatang kakiku adalah setangkai bunga bagi seekor kupu-kupu? pagi melankoli, pagi tanpa secangkir...
PUSARA MAYATKU dor! otakku pecah berserakan di tanah tercecer saraf-saraf radikal yang berdarah-darah di jalan terjal siapa penembaknya? bisa saja aparat...
SETELAH RAFAH Setelah Rafah, aku akan berjalan ke surga. Di depan, Saudaraku menyerukan nama, seruan yang lebih keras dari ledakan bom...