puisi
PELATARAN Dan harus berkata apa aku di hadapan kematian? Sayap-sayap tanpa burung, terbang bebas menuju sangkar Rumah di tepi sungai coklat,...
Biar Kudekap Kata Akan kuhentikan mata ini Memasang kacauan masa lampau Kudekap kata demi kata Yang semula hanya gema maya Cuaca...
Sok Tangguh Sejujurnya tidak ada yang tahu bagaimana aku menyiapkan kemerdekaan tanpa cinta. Terbangun dari tidur singkat dan membaca buku bukanlah...
Melalui Sudut Matanya Melalui sudut matanya, aku melihat ia mencumbu seorang gadis selain aku. Matanya berkilat menelanjangi gadis itu, mencium dengan...
Tak Ada Eve Hari Ini Kamis adalah pagi yang pincang. Menunggu rerimbun embun disesap siang. Tak ada Eve, kota dibanjiri cahaya...
MINAH KITA SEMUA Minah bernyanyi melagukan paras orang mati orang-orang memilih sembunyi tak ingin mendengar ia punya pesona hanya seorang penyair...
Langit yang Jauh untuk Kecoak yang Terbalik Katamu orang-orang yang kesepian bisa menjadi sangat picik; seperti ketika aku mengutuk gedung-gedung bertingkat...
permen embun di daun-daun gugur aku menemukan embun-embun yang ramai sekali warnanya. ada yang hijau, biru, merah, atau kuning. aku mencicipinya...
diskriminasi sunyi hari itu kau, bukan kau, tapi kita tengah berdiri di pinggir makam nan senyap, tampuk nangka berguguran menjatuhi bungabunga...
Populasi Ayah ada banyak ayah di dunia ini tapi aku tak punya sama sekali. ironi? – A-a-a aku lahir dari terompet...