puisi
DIALOG, 1 Apa yang kau makan siang ini? “Nasi seadanya.” Lauk? “Doa yang belum sampai ke langit.” Sayur? “Sisa harapan yang...
merakyat saudara-saudara sekalian, hari ini saya akan makan di angkringan dengan sarungan. merakyat. saudara-saudara sekalian, hari ini saya akan menanam padi...
Minum Puisi Sebelum Mual tetap terasa mual jika tak makan mau makan apa semester ini? dilarang beli di resto joki meskipun...
di peron stasiun semarang tawang sore itu, di peron ia menunggu kereta yang akan membawanya ke timur dari kejauhan ia melambaikan...
CIKINI Gereja tua bersenandung hujan Memisah apa-apa yang tidak kita ketahui Juga perasaan yang tak semuanya bisa disebutkan Terkadang rasa asing...
ANAK PERJALANAN “Bu, aku anak siapa?” tanyamu, menyeringai kecil. “Kau anak cahaya, lahir dari pertemuan bulan dan matahari.” “Bu, jangan puitis....
kehidupan hidup akan kembali mengikuti aliran air yang meresap ke dalam tanah. tulangtulang kita, yang kerasnya seperti akar kokoh ribuan tahun,...
Menziarahi Kedukaan Kita selalu percaya, sayang, bahwa tak satupun manusia di muka bumi ini terbebas dari kedukaan. kita mengimani bahwa kedukaan...
Di Toko Kelontong Di toko kelontong itu ia menaksir kecemasan yang sedang ramai diperbincangkan Di lain waktu, saat mas penyair favoritnya...
Segala yang Nanggung Itu Merepotkan gelagapan menyembur seorang bapak yang tidak bisa masuk ke ruang ibu dan anak untuk mengganti popok. ...