Silaturahmi ke Dalam Dirimu dan Puisi Lainnya

Syukron MS

1 min read

silaturahmi ke dalam dirimu

silaturahmi ke dalam dirimu. waktu itu, petang itu, hujan berlabuh dari tempat yang jauh, jauh. kau bertanya tentang dirimu. siapa aku. siapa aku. kau menjawab pertanyaanmu. selembar kertas. setumpuk buku. pikiran-pikiran liar yang kau coba rangkum. menumpuk. memupuk. masa depan. masa lalu. masa baru. masalahmu. kalender baru. video-video berputar di kepalamu. foto-foto bergetar di ingatanmu. kau: bioskop paling sibuk di hari minggu. antrian memanjang. menyaksikan dirimu sendiri. dari waktu ke waktu, alur ke alur, pintu ke pintu, pengalaman – pengetahuan – perasaan – pengharapan – perkiraan. melihatmu sekali lagi. memahamimu. kau: lagu-lagu bawah sadarmu. laut biru. ikan kecil. paus biru. kupu-kupu. perahu kertas. kunang-kunang. surat rindu. saxophone. piano. burung. siluet. pecah batu. tahun baru. rabu, & hal-hal sepintas lalu. kau: monumen tua yang rapuh. remuk. luka. tumbuh. pernah. patah. pecah. keju. kanvas. bunga. pisau. perban. semangat. doa. ibu. kau: pulau-pulau tak bernama, asing, dan jauh di pedalaman

(2025)

aku ulangi lagi kenyataan ini

aku ulangi lagi kenyataan ini. kenyataan di mana aku takut mengulanginya lagi. aku lewati lorong gelap, menyelinap ke tempat kelam, mengawasi suasana rawan, & segala hal tak terduga

aku takut ulangi lagi kenyataan ini. rasa takut & mata maut seperti mengintai & meminta menumbalkan tetes darahku. ia seperti usia yang diam-diam melemahkan

carpe diem. aku seperti terkepung di sebuah taman tak berujung & ketika mawar terakhir mulai layu. pada kelopak yang tersisa, aku ingin menghirupnya lagi & lagi, sebelum aku mulai mati, sebelum aku ikut mati, sebelum aku divonis mati, sebelum aku dipaksa mati…

(2024)

burung

hujan menatapku, tiang menatapku, menggambarkan risalah panjang tentang asal-usul. pohon menahan deru dengan tangan yang terpukul

atap rumah, bola lampu, & burung yang takut – kita jarang tanyakan di mana alamatnya setelah rumah yang ia susun ditebang atau tercerabut – basah

hujan menatapku, burung menatapku, tak sengaja, mungkin dia memikirkan sesuatu, atau risau, atau mungkin sedang menunggu angin berlalu dari rumahnya yang tak berpintu

(2024)

gambar

seperti kukenal gambar itu. rumah kuno, bunga taman, kumis muda, & rambut ikal. tapi tak lagi kukenal suaranya, bau tubuhnya

bertahun-tahun, waktu yang lama untuk berjarak. mungkin juga sebentar daripada seumur hidup tak mengenalnya

seperti tak ingin kukenal gambar itu. tapi tak mungkin tak mengenalnya. apakah mungkin melupakannya, apakah mungkin ia melupakannya

seperti kukenal gambar itu. lamat-lamat, ada yang hilang di antara peristiwa

ingatan seorang anak…

(2024)

melati

berapa kali kukirimkan melati kepadamu? melati putih yang hampir mati di hutan gersang. kau selalu menampakkan bunga lili yang memikat di matamu, mata yang berjendela manis itu

ada selusin musim dalam diriku, tapi juga serigala. mungkin juga rantai makanan yang saling hakim-menghakimi. ada yang menghardik dalam setiap mimpi burukku. tapi kau datang sebagai penyelamat & bintang jatuh

– menjadi wakil matahari

(2024)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Syukron MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email