Ibadah Puisi di Penghujung Hari
Departure Memorabilium : HH 03/19 Tanganmu telah melepas tiang terakhir di stasiun itu. Begitu pula mataku tersekat gerbong dan dingin kaca—kereta...
Riwayat Kantong Sewaktu kecil ibu menghadiahiku sebuah kantong “Rajin-rajinlah menabung,” katanya “matari esok mungkin berbeda meski pijarnya selalu sama.” Setiap hari...
Sejumput Pertemuan Saat puisi sudah sampai, buka bungkusnya pelan-pelan dengan senyuman, dan jangan pakai gunting. Sebab isinya adalah seluruh tubuhmu. Kau...
KELAK selalu ada sunyi yang merapal namamu di setiap perayaan paling biru, dan cita melarungkan seluruhnya waktu yang gugur di tubuh...
Corpus Domini, Corpus Esuriens Pontius Pilatus, tertawakan wajah-Nya. Herodes, meludahi-Nya. aparat tentara Romawi, menembak gas air mata pada murid-murid Yesus. tombak...
alkisah pada suatu pagi yang murung, maut datang telanjang bersama hawa dingin yang mencekik, katakanlah wahai kehidupan, akulah kematian, katakanlah kematian,...
Memorabilia (1) ingin perang petasan dengan bocah di gang seberang bermain bola di jalan tengah malam subuh itu kami belajar mengisap...
Cerita Remaja Di hidungku tempat komedo memadu asmara Jadi pasar malam dengan atap langit yang kau bilang itu indah. Itu indah....
April Mop Aku tergesa-gesa ingin bertemu dengan April dengan 29 dan jepret pertamamu tentang kopi yang begitu kau sukai Pun tentang...
KAWANKU AGUNG datangkan beribu umpama ke dalam diriku semisal ketika sajakmu mengembara ke jagat maya tapi mendadak nyungsep ke selokan rubrik...