cerpen
Menjelang subuh. Amirin baru saja membuka matanya, tubuhnya masih tenggelam dalam sisa malam yang berantakan. Rambutnya kusut, belek mengering di sudut...
Setiap sore, menjelang magrib, warung pecel lele Mas Bagus mulai menguarkan aroma sambal dan minyak panas yang akrab. Kios semipermanen itu...
Kau tidak pernah benar-benar menyukai cerita yang berakhir. Itu yang kau katakan berkali: akhir adalah musuh sekaligus lawan tangguh dari imajinasi....
Nyaris sepanjang hidupnya, Kai’ selalu menyirami air pohon Ulin yang menjulang tinggi di pekarangan rumahnya itu. Pohon Ulin itu barangkali sudah...
Tak seperti yang sudah-sudah, orang kedelapan yang mengaku sebagai kerabat buaya itu datang tanpa marah-marah atau menunjukkan gejala kesurupan. Mereka muncul...
Ada sebuah peraturan tidak tertulis di kamar kos Bima: pagi hari dimulai bukan saat matahari terbit, melainkan saat perutnya perlu diberi...
Sore sedang sangat indah di sebuah perbukitan yang ditanami pohon-pohon cengkih. Seorang gadis kecil berwajah kumal lunglai di bawah pohon yang...
“People fall in love without reason, without even wanting to. You can’t predict it. That’s love.” – Haruki Murakami, Dance Dance...
Apa yang kamu lakukan saat mantan pacar yang memberimu ciuman pertama meninggal dunia? Aku mengambil perjalanan ke Surabaya (Begitulah pembukaan salah...
Kapal Golffanger milik Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang seharusnya digunakan bongkar-muat gula dan rempah-rempah, kali ini merapat bukan untuk kepentingan koloni....