cerpen
Masyarakat heboh saat Menteri Cahaya berubah menjadi burung dan terbang ke langit. Dikatakan ia membawa segepok uang dengan cakarnya dan bersembunyi...
“Kalian belum benar-benar mengenal penderitaan sebelum merasakan kencing pecahan beling,” rintih Oman Sutarya kepada para penjenguk. Sudah lima hari dihabiskan Oman...
Angin Jakarta jam segini selalu terasa seperti bisikan dari masa lalu. Malam-malam yang pekat, menabrak kaca jendela kamarku di lantai dua...
Di sebuah kota yang sibuk dengan deru mesin dan kilau papan reklame, berdiri menara kaca, simbol kejayaan, tetapi juga cermin yang...
(Leningrad, 1969) Jari-jari Arif menelusuri huruf-huruf ungu yang tercetak di atas telegram itu untuk kesekian kalinya. KELUARGA. HABIS. JANGAN PULANG. Tiga...
Langit makin mendung di taman Ismail Marzuki. Ranseus duduk di depan sebuah kolam dengan ikan-ikan yang hilir mudik. Di depan kantin...
“Aku punya teori.” “Berbahaya. Semua kekacauan di dunia bermula dari kalimat itu.” “Dengarkan dulu. Teori ini cukup jinak. Tidak bombastis. Tidak...
Ibu bilang Bapak hilang diambil setan. Para tetangga bilang, Bapak kawin lagi. Bagiku, diambil setan jauh lebih menakutkan dibandingkan kawin lagi....
Aku sungguh tidak begitu ingat apa yang terjadi. Seingatku, dari sore itu jalanan memang ramai. Kawanku bilang ada demo. Aku mau...
Ibu duduk mematung di kursi plastik, menatap toples permintaan di atas meja. Dulu, toples itu tempat menyimpan permen warna-warni. Kini, menjadi...