Fiksi & Puisi
Kata Bapak, tidak akan ada laki-laki baik-baik yang bersedia menikahi perempuan seperti aku. Kata Mbah, aku sudah masuk ke lubang pembuangan...
Setiap hari, ah tidak, setiap detik maut mengejar kami. Manusia itu benar-benar tak punya simpati, tak pernah barang semenit pun dia...
Melalui Sudut Matanya Melalui sudut matanya, aku melihat ia mencumbu seorang gadis selain aku. Matanya berkilat menelanjangi gadis itu, mencium dengan...
Tak Ada Eve Hari Ini Kamis adalah pagi yang pincang. Menunggu rerimbun embun disesap siang. Tak ada Eve, kota dibanjiri cahaya...
MINAH KITA SEMUA Minah bernyanyi melagukan paras orang mati orang-orang memilih sembunyi tak ingin mendengar ia punya pesona hanya seorang penyair...
Langit yang Jauh untuk Kecoak yang Terbalik Katamu orang-orang yang kesepian bisa menjadi sangat picik; seperti ketika aku mengutuk gedung-gedung bertingkat...
permen embun di daun-daun gugur aku menemukan embun-embun yang ramai sekali warnanya. ada yang hijau, biru, merah, atau kuning. aku mencicipinya...
Kau boleh berkeliling Pulau Sulawesi, berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya guna mencari orang terpintar. Namun, takkan kau jumpai yang...
“Kopi tetap saja kopi,” kata Lida. Gadis yang baru saja kukenal di kereta tadi. Tampaknya ia melihat penolakanku terhadap kopi yang...
diskriminasi sunyi hari itu kau, bukan kau, tapi kita tengah berdiri di pinggir makam nan senyap, tampuk nangka berguguran menjatuhi bungabunga...