Fiksi & Puisi
ibadah nyinyir /i barangkali kemarau tengah mengunyah tiap teka-teki yang kusuguh melapangkan beringsang sebongkah hati & tak pernah benar-benar tega melepaskan...
I Pemuda Pemurung bangkit dari tempat tidur setelah tiga jam bermenung tentang perkuliahannya yang hampir selesai, masa depannya, pekerjaannya kelak, dan...
Kisah Paling Puisi Panggil aku kisah Aku ingin kembali ke surga pun Neraka lebih pantas Untukku, jiwa yang penuh bekas Ambil...
Codeswitch #1 — Prolog: Baraya Pergi aku memegangi totebag berisi koleksi piringan hitamku dalam grabcar dari pasar minggu menuju baraya tebet....
Aku sudah sering ditunjuk sebagai juri lomba menulis. Namun, menentukan posisi pemenang selalu tak mudah kulakukan. Penentuan posisi kedua dan ketiga...
Untuk ketiga kalinya, Dira mengetuk pintu. Tapi, dari balik pintu, belum terdengar langkah kaki. Dira menjejaki anak tangga, mengusut satu persatu...
Di Jalan yang Bising Di jalan yang bising itu Hujan datang malu-malu Terdengar sisa erangan napas Sejauh kepulan angin yang tempias...
Kesepian Abadi Kesepian adalah tanah air kita yang harus kehilangan lahan karena tanahnya tak lagi subur; Kita yang terlampau lelah karena...
KITA MATI mati kata-kata mati pula segala mati bahasa liang lahat terbuka mati cinta mati pula puisi matilah aku kau juga...
“Kata Ibu, aku anak super. Aku bisa… terbang!” ucap Nura di suatu sore pada bebek-bebek angonnya. “Hah…. terbang?” sergahku sambil memelototkan...