puisi
Dunia Ini Penjara tiga orang berlalu lalang dari mana hendak ke mana berputar-putar bagai roda orang 1 terus mencari tapi tak...
Ke(tak)berpalingan Nampak berpaling mengarah bahasa Rimba buana sesak kata Mengunci rapat kesucian intertekstualitas seraya mengeksorsis hantu (meta)fisis kehadiran Berpangkal, merangkai untaian...
Ngengat Kepada Api Bukan wujud cahaya indah itu yang membuat terpikat Bukan suhu panas tubuh itu yang memicu hasrat mendekat Bukan...
Tumbang kau melempar cermin ke hadapanku untuk melihat diri sendiri tetapi belum sempat ditangkap, cermin jatuh, pecah di meja dan serpihannya...
Pasteur, Sirene, dan Penjaja Keripik Bunyi sirene terus mengiung Entah sudah yang keberapa kali Ambulans mondar-mandir sejak tadi Sedang kendaraan tumpah...
kesepian tak bernama sepanjang jalan, kota telah dibanjiri kesepian-kesepian yang tak bernama —menggenang di kepalamu yang menimbun jalan, yang menahan laju...
Mengalami Bai Guna Bahasa! seperti empat cermin “Momole” penabuh sebab asali amantu billahi saat malam-malam hening— gulita rasanya mencari makna mata...
Lebaran ke-23 Walau ketupat Ibu sudah mewangi pandan Rombongan rendang rampung memulenkan diri Dan bersama sayur kacang, ampela telah menceraikan hati-nya...
Roh Pohon dan Anak-anak Jalan kecil yang berujung sunyi beberapa orang dewasa duduk bercakap setengah berbisik merah bara melesat dari bibir...
Kehidupan Intelektual pagi-pagi intelektual siang-siang intelektual sore-sore intelektual malam-malam intelektual bahasanya aneh-aneh, tapi keren-keren! keterbelahan, hegemonik, panoptikon, dekolonial, dehumanisasi, dekonstruksi, materialisme,...