puisi

Menggenggam Telepon ala Jokpin

Joko Pinurbo dikenal sebagai penyair yang gemar mempermainkan dan mendayagunakan keunikan kata-kata bahasa Indonesia, sehingga tidak sedikit puisinya yang hanya dapat...
Wahyu Agil Permana Wahyu Agil Permana
3 min read

Hujan dan Kematian dan Puisi Lainnya

Meja Makan dan Kelaparan yang Berulang Mari kita selesaikan lapar di meja makan dan kita susun ulang kelaparan lain sebelum matahari...
Ade Kurniawan Ade Kurniawan
1 min read

Izrail Datang Membawa Ibu Pulang dan Puisi Lainnya

IZRAIL DATANG MEMBAWA IBU PULANG Dia datang! Dia datang! Dari arah yang entah Tiba-tiba bunga setaman berkembang Melipur duka yang panjang....
zaki abdrzaaq zaki abdrzaaq
26 sec read

Negara Amnesia dan Puisi Lainnya

Negara Amnesia sehari setelah pelantikan tak ada yang berubah orang-orangnya berganti tapi pakaiannya tetap sama mereka menganggap janji di bawah kitab...
Ziyad Alena Ziyad Alena
1 min read

Mimpi Buruk dan Puisi Lainnya

Mimpi Buruk Aku menjerit dalam fragmen-fragmen peristiwa yang tercerai-berai Betapa mengerikan dunia yang tak mengenal logika dan kronologi Detik kedua aku...
Imam Fawaid Imam Fawaid
1 min read

Curhat-Curhat dan Puisi Lainnya

KATA-KATA Di tengah kota yang pecah diterjang badai, ada seorang penyair yang mencari serpihan bahasa yang pecah diterbangkan angin. Dengan pena...
Kelabu - Kelabu -
1 min read

Menunggu Kedatangan dan Puisi Lainnya

Menunggu Kedatangan Tak lama lagi ada yang memiuh dada seperti ular merangkak naik mencari ranting paling hijau; mendesir jantung api dalam...
RIDO CAROKO RIDO CAROKO
1 min read

Laugh of the Masses and Other Poems

I – Something Behind The Door There is something behind the door. Even though the room is dark, you can see...
Nuzul Ilmiawan Nuzul Ilmiawan
1 min read

Obituarium Biru dan Puisi Lainnya

Cerebral hemorrhage Ah, usia, mengapa waktu memintas begitu bergegas, hari ke hari, detik ke detik, seperti mimpi yang lekas terjaga? Maut...
Robi Aulia Abdi Robi Aulia Abdi
1 min read

Di Dunia yang Sempurna dan Puisi Lainnya

DI DUNIA YANG SEMPURNA Hanya aku serta segala yang dicinta begini cara puisi menghibur diri. Aku punya hati yang menggerakkan revolusi...
Muhammad Husni Muhammad Husni
2 min read