Ibadah Puisi di Penghujung Hari
Tentang Basah Barangkali basahialah sendu nasibdi bawah bantal dantumpukan mimpi yang tak tercatat Dan puisi adalah biji-biji zarahyang perlahan melintasicahaya ventilasi...
popor ayam lebaran ini lebaran popor ayam kuah santannya penderitaan daging ayamnya tubuh kita disantap bowo sekeluarga tetapi meski jadi semangkuk...
AKANKAH PEREMPUAN KEMBALI MERINDANGKAN KETAKUTAN? kemerdekaan kandas tersisa ampas sejarah seperti kaset kusam menghitam— berulang pada nasib kami di kemudian diputar...
Doa di Rak Gudang Ada doa, yang tak pernah sampai. Menunggu barcode-nya dibaca ulang. Tapi mesin kasir beku, tangan-tangan sibuk meraba...
Cinta, Jancok di depan gerbang rumahmu ingin kunyatakan cintaku yang bahkan tak cukup dalam nyanyi bonek di tribun utara di depan...
DARI MATAMU buat K Yang tersisa dari matamu hanya sehimpun sajak setelah itu kita saling lelah oleh cinta yang destruktif —mungkin...
Tante Mimi : untuk Wayan Jengki Sunarta malam ini terasa hening percakapan seperti bahasa hati yang tersendat di antara cengkerama angin,...
Luka & Sejumlah Sepi kota ini terbuat dari siang yang lambat, malam yang terlampau tergesa, berlalu sementara, kesunyian mengental pada ingatan...
Teras Rumah yang Lupa Dinyalakan Lampu malam menyentuh kusen-kusen dengan punggung telapak yang dingin, tak ada nyala, tak ada tanda. teras...
GIGI-GIGI BERJATUHAN Apa huruf terakhir yang kau kuucapkan sebelum maut datang begitu lembut mengiris nadimu perlahan? “Bukan huruf, melainkan gigi-gigiku berjatuhan...