Rajang Ranjang dan Puisi Lainnya

Dian Anjar Nugroho

38 sec read

popor ayam lebaran 

ini lebaran popor ayam 
kuah santannya penderitaan 
daging ayamnya tubuh kita 
disantap bowo sekeluarga

tetapi 

meski jadi semangkuk popor 
ceker ayam tegak mengepal 
meski jadi semangkuk popor 
kita brutu berak di mulutnya 

(Gunungkidul, 20 Maret 2025)

rajang ranjang!

ini kamar sudah gelap 
penguasa bebas bercinta 
kita bingung menerka 
gaya apa berikutnya? 

tubuh negara diraba 
di hotel bintang lima 
hukum jadi bisik-bisik 
siapa mengusik, culik! 

ini bowo mulai engas 
undang-undang ngangkang 
mereka di atas keadilan di bawah 
rakyat di luar dapat lemasnya 

(Gunungkidul, 20 Maret 2025)

i love damkar 

damkar 
jangan kau padamkan apiku 
biarkanlah berkobar liar 
sebab apiku adalah cinta 

jika suatu saat apiku 
membakar kantor si tolol 
janganlah kau padamkan 
biarkan cinta membakar tuntas 

(Gunungkidul, 21 Februari 2025)

sajak ini pop yang itu serius 

hujan dan puisi tak sedekat dulu 
ia tak mau lagi merembes 
di retak tembok sekolah 
di kantuk pelajaran sejarah 
atau, di hangat coretan meja kelas 

dan 
sejak ini pop yang itu serius 
sastra langit kita 
tak lagi pernah melihat sawah 
sastra terlampau tinggi 
jijik bermain lumpur hujannya sendiri

(Gunungkidul, 21 Februari 2025)

*****

Editor: Moch Aldy MA

Dian Anjar Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan tulisan-tulisan menarik setiap saat dengan berlangganan melalalui email