popor ayam lebaran
ini lebaran popor ayam
kuah santannya penderitaan
daging ayamnya tubuh kita
disantap bowo sekeluarga
tetapi
meski jadi semangkuk popor
ceker ayam tegak mengepal
meski jadi semangkuk popor
kita brutu berak di mulutnya
(Gunungkidul, 20 Maret 2025)
–
rajang ranjang!
ini kamar sudah gelap
penguasa bebas bercinta
kita bingung menerka
gaya apa berikutnya?
tubuh negara diraba
di hotel bintang lima
hukum jadi bisik-bisik
siapa mengusik, culik!
ini bowo mulai engas
undang-undang ngangkang
mereka di atas keadilan di bawah
rakyat di luar dapat lemasnya
(Gunungkidul, 20 Maret 2025)
–
i love damkar
damkar
jangan kau padamkan apiku
biarkanlah berkobar liar
sebab apiku adalah cinta
jika suatu saat apiku
membakar kantor si tolol
janganlah kau padamkan
biarkan cinta membakar tuntas
(Gunungkidul, 21 Februari 2025)
–
sajak ini pop yang itu serius
hujan dan puisi tak sedekat dulu
ia tak mau lagi merembes
di retak tembok sekolah
di kantuk pelajaran sejarah
atau, di hangat coretan meja kelas
dan
sejak ini pop yang itu serius
sastra langit kita
tak lagi pernah melihat sawah
sastra terlampau tinggi
jijik bermain lumpur hujannya sendiri
(Gunungkidul, 21 Februari 2025)
*****
Editor: Moch Aldy MA
