cerpen
Gaji pertamaku tidak seberapa. Bahkan, sebelum sempat utuh di tangan, ia sudah seperti tiket bus yang dicabut separuh. Ada janji traktir...
“Ada sesuatu di tenggorokanku,” ini yang ke tujuh belas kalinya Sadir berkata begitu. “Mungkin tulang ikan, mungkin radio, mungkin juga piringan...
Hitler tidak mati di Garut. Setidaknya bukan di Kampung Cikerung. Awalnya, tentu saja tidak ada yang mengenali bahwa lelaki asing itu...
Pandi yakin rumah yang baik mestilah diurus seorang istri. Sekarang, rumahnya kacau. Rumput menyesaki halaman, piring kotor berserakan di kamar, sampah...
Membaca cerita-cerita Chekhov seperti sedang mendengarkan orkestra megah di tengah demonstrasi. Atau berciuman di tengah kudeta. Yang memukau di dunia Chekhov...
Berita itu pertama kali muncul di TV, Breaking News yang menyela acara gosip sore. Menteri Pemberdayaan Rakyat Miskin jadi tersangka korupsi...
Di kota ini, orang yang berjalan lambat terlihat seolah ingin menantangmu berkelahi. Dia seperti sedang mengejekmu dalam hati, “Hidup cuman sekali...
Sore hari menjelang malam. Langit tidak menunjukkan cuaca yang buruk, tetapi terlihat berawan. Aku menyusuri Pasar Wilijan untuk mencari angin segar...
Wali kota itu berbicara ke mikrofon. Keringat membasahi pelipisnya, membuat rambutnya yang disisir rapi dengan pomade jadi berkilauan di bawah terik...
Sebagai orang yang sudah hidup hampir tiga perempat abad, saya sering gusar melihat tingkah anak-anak muda di zaman sekarang. Katanya ini...