Fiksi & Puisi
jakarta sebelum pagi orang-orang bertaruh dengan matahari untuk siapa yang tiba lebih pagi. di dalam bus-bus, mikrolet, kereta, dan motor-motor tua,...
Sebelum Masa Tenang diam, suara waktu yang melebur bayang lebih surga dari seribu kelakar usang; bisikan tersembunyi di celah retakan memanggil—tanpa...
Ibu yang Membaca Mantra Di tubuh Ibu, mulanya akar-akar tumbuh seperti doa menyambung jarak antara langit dan bumi Pada kanal di...
Ekstaselogi Kematian bangkit dari jendela, Menciumi setiap bangku, taman, dan waktu Hening bermula dari sendi dan lumbung padi Bukankah pulang adalah...
Rasi bintang utara masih berada di tempatnya. Seratus tahun yang lalu. Bahkan seribu tahun yang lalu. Dia masih berada di sana....
Di siang yang panas itu, Guru Fisika menerangkan hampir tanpa semangat. Daun-daun berguguran. Di luar ruangan ayam dan bebek berkejaran. Di...
Bau itu seakan terbang sejauh 460 kilometer, dari Pamulang ke Semarang. Bau yang mengingatkanku pada menu masakan favorit Ibu menjelang kematiannya,...
Yang Biru dari Mata Itu adalah Kita : Ayu hari berdecak di jiwa remaja. sepasang mata melangkah ke tujuh doa dengan...
Menunggumu Pulang untuk Dirayakan Ribuan anak kecil di bumi timur terpaku dalam bayangan yang kosong Menerka-nerka kehidupan yang semestinya dijalani, namun...
Dekorasi bernuansa putih, deretan hidangan di meja panjang, dan lensa kamera yang tak henti berkedip menjadi saksi betapa gugupnya Aziz hari...