sastra
HOMO HOMINI LUPUS manusia menyamar menjadi mereka lainnya membawa pisau di balik pelukan membungkusi satu per satu lolongan bahkan bapakmu bisa...
Sengaja aku memilih wagon perak dan seekor kucing liar yang kupungut di jalan sebagai teman perjalanan. Walaupun ekor kucing itu tidak...
Dari Mata Batu mata batu, sedingin batu nisan ‘kau anak tak tahu diuntung!’ sungkahku hasil keringat sendiri: biar telur lima ribu...
Mata Pelajaran Ibu tiap hari mengajariku menjahit luka bila kudapati ia dari luar pekarangan rumah katanya kelak kau akan terbiasa menjahit...
Mama baru saja mengabarkan bahwa sahabat masa kecilku, Kotta, sakit keras. Aku bergidik. Dalam sekali lirik, sudah bisa kutebak kalimat yang...
Apa Kau Akan Tetap Memelukku Saat Tanganku Penuh Abu? aku tak lahir dari cahaya kadang tanganku berlumur sisa api dan mulutku...
Perut yang Berdoa Perutku berdoa setiap subuh. Bukan karena lapar, tapi karena rindu akan sesuatu yang tak bisa dikunyah dan ditelan....
Sejarah yang Mengenakan Wajahku Sendiri mula-mula, wajah itu kupinjam untuk berteriak agar yang menakutkan takut padaku. lama-lama, ia mulai bicara lebih...
masihkah ada puisi cinta? pada malam minggu, sedih menguap, derita lenyap tanpa aba-aba; seekor tupai mematung-gigil, dibanjiri cemas yang dingin di...
Menjelang subuh. Amirin baru saja membuka matanya, tubuhnya masih tenggelam dalam sisa malam yang berantakan. Rambutnya kusut, belek mengering di sudut...