sajak
Kota Lamunan Aspal basah menantang ujung awan, menerima hujan yang kini menjadi genangan Angin menyapu gigilmu di antara klakson mobil bersahutan. ...
stasiun terakhir mungkinkah kita telah sampai di stasiun terakhir; airmata menggantung pada setiap papan informasi, juga ornamen-ornamen biru; lambaian tangan yang...
Bising Jalanan Motor-motor itulah pikiranku yang tidak berhenti meski lampu sedang merah. Jalan kelabu berlubang itulah lidahku yang rusak parah, bernanah...
Absurditas tentang Seekor Kupu-kupu o, pagi apakah ketika sebatang kakiku adalah setangkai bunga bagi seekor kupu-kupu? pagi melankoli, pagi tanpa secangkir...
PUSARA MAYATKU dor! otakku pecah berserakan di tanah tercecer saraf-saraf radikal yang berdarah-darah di jalan terjal siapa penembaknya? bisa saja aparat...
SETELAH RAFAH Setelah Rafah, aku akan berjalan ke surga. Di depan, Saudaraku menyerukan nama, seruan yang lebih keras dari ledakan bom...
ayat-ayat ilu ikan-ikan tak lagi hadir di danau toba. air matanya diperas raja-raja. menyiram kujur barah badan otorita. Medan, 2024 –...
Ekstrapolasi Humanoid MC Scorn: Berakhirnya Spesies Manusia Semua bukan tabu Rahim ibu punah dimakan waktu Reproduksi tubuh dinding Genesis, telah melahirkan...
sat-set meski honor puisiku tak menjangkau harga skincaremu tak merintangi segala upayaku untuk jadi sigaran nyawamu meski honor puisiku tak sebanding...
PEREMPUAN DAN PUISI – buat lulu, kawanku perempuan, barangkali mendambakan keabadian di balik kata-kata ketika menjamah tubuhnya, ketika semua indah menjadi...