Ibadah Puisi di Penghujung Hari
Menunggu Kedatangan Tak lama lagi ada yang memiuh dada seperti ular merangkak naik mencari ranting paling hijau; mendesir jantung api dalam...
Cerebral hemorrhage Ah, usia, mengapa waktu memintas begitu bergegas, hari ke hari, detik ke detik, seperti mimpi yang lekas terjaga? Maut...
DI DUNIA YANG SEMPURNA Hanya aku serta segala yang dicinta begini cara puisi menghibur diri. Aku punya hati yang menggerakkan revolusi...
Perokok Cilik Masih kau ingat tamparan itu Tangan lembut yang pertama kali memelukmu Sepulang sekolah, dan kau masih bocah. “Bukankah telah...
Kebisuan Waktu Aku mendengar nasib yang menggigil di kebisuan waktu. Nasib yang gagal di ceruk-ceruk waktu. Harapan yang mati muda di...
DI MANA KITA SALAH MENGIRA? Di suatu Senin tubuhmu adalah mesin pengolah filosofi teras menjadi tangga kelas memproses lagu Peradaban akses...
ke mana yang tak sampai sudah tumbuh puisi-puisi ini menemukan takdir entah itu dibenakmu atau menjalar menjadi bagian badan usia, usai...
Sewaktu Kanak Ia Bercita Menjadi Penjahat Waktu kanak-kanak, saat bermain sehabis mengaji magrib-magrib di musala, saat bermain kejar-kejaran entah mengapa ia...
Hutan yang Hilang Arah Pohon-pohon dulu tumbuh tegak, rindang, daunnya bebas menyentuh langit. Angin berbisik dari segala arah, membawa suara-suara yang...
Kerja dari Rumah, Kerja dari Mana Saja Pagi yang begitu malas, menginternir aku dari sebuah komuter kesibukan keyboard menari, layar-layar hegemoni berderet...