Ibadah Puisi di Penghujung Hari
Tunggu Ia mengecek kotak masuk seperti seorang ibu memeriksa suhu anaknya: dengan cemas, dengan sabar, dengan sedikit rasa bersalah karena berharap...
pulpen-pulpen berlarian pulpen-pulpen itu sedang berlarian tak tahu arah. ia mencari catatan yang telah hilang 3 bulan ditelan malam. hingga akhirnya...
Museum dengan Gerbang Terbuka di dalam museum sejarah, ada ruang tanpa pintu— namanya: Nakba. pengunjung hanya bisa masuk jika bersumpah tidak...
HOMO HOMINI LUPUS manusia menyamar menjadi mereka lainnya membawa pisau di balik pelukan membungkusi satu per satu lolongan bahkan bapakmu bisa...
Dari Mata Batu mata batu, sedingin batu nisan ‘kau anak tak tahu diuntung!’ sungkahku hasil keringat sendiri: biar telur lima ribu...
Mata Pelajaran Ibu tiap hari mengajariku menjahit luka bila kudapati ia dari luar pekarangan rumah katanya kelak kau akan terbiasa menjahit...
Apa Kau Akan Tetap Memelukku Saat Tanganku Penuh Abu? aku tak lahir dari cahaya kadang tanganku berlumur sisa api dan mulutku...
Perut yang Berdoa Perutku berdoa setiap subuh. Bukan karena lapar, tapi karena rindu akan sesuatu yang tak bisa dikunyah dan ditelan....
Sejarah yang Mengenakan Wajahku Sendiri mula-mula, wajah itu kupinjam untuk berteriak agar yang menakutkan takut padaku. lama-lama, ia mulai bicara lebih...
masihkah ada puisi cinta? pada malam minggu, sedih menguap, derita lenyap tanpa aba-aba; seekor tupai mematung-gigil, dibanjiri cemas yang dingin di...