Ibadah Puisi di Penghujung Hari
Perut yang Berdoa Perutku berdoa setiap subuh. Bukan karena lapar, tapi karena rindu akan sesuatu yang tak bisa dikunyah dan ditelan....
Sejarah yang Mengenakan Wajahku Sendiri mula-mula, wajah itu kupinjam untuk berteriak agar yang menakutkan takut padaku. lama-lama, ia mulai bicara lebih...
masihkah ada puisi cinta? pada malam minggu, sedih menguap, derita lenyap tanpa aba-aba; seekor tupai mematung-gigil, dibanjiri cemas yang dingin di...
MENUNGGU ANTRIAN malam menjemput namanya yang tersisa separuh— luruh digerus arus waktu, terputus dari sauh yang hanya satu. cahayanya padam, ditemani...
Nyanyian Seorang Renta Ia tak pernah tahu nyanyiannya sumbang Ia tak pernah ingat lagu yang sama telah ia dendangkan berulang: lagu...
Garis aliran ini, atau yang itu, pada muara mana, berujung maupun tidak di antara deras atau lembutnya nasib yang membawa kita...
Tubuh yang Diiklankan Tubuhmu telah menjadi spanduk di perempatan— dengan huruf kapital dan klaim bombastis: Obat kuat! Sekali teguk, taklukkan dunia!...
PERJALANAN BELUM SELESAI Ketika pesawat mendarat, pagi masih berkabut Bandara lengang dan sunyi Wabah masih belum pergi, berita tv masih seputar...
Amor Fati Guru filsafatku mengutipnya dengan gelas kopi masih panas. Katanya: mencintai takdir adalah bentuk tertinggi dari kedewasaan. Aku rasa dia...
Hanya di Matamu Aku Ingin Mati di matamu aku selalu ingin berlabuh melarutkan segala pedih yang membunuh hanya di matamu gelap...