Fiksi & Puisi
Tante Mimi : untuk Wayan Jengki Sunarta malam ini terasa hening percakapan seperti bahasa hati yang tersendat di antara cengkerama angin,...
Hari itu matahari bersinar tanpa ampun, seperti satu mata raksasa yang marah menatap bumi. Tapi di dalam kamar kecil apartemennya yang...
Luka & Sejumlah Sepi kota ini terbuat dari siang yang lambat, malam yang terlampau tergesa, berlalu sementara, kesunyian mengental pada ingatan...
Bau menyengat semerbak, merayap di antara dinding gorong-gorong dan menusuk hidung siapa saja yang membaui. Albu, sedang menyunat otaknya yang setinggi...
Teras Rumah yang Lupa Dinyalakan Lampu malam menyentuh kusen-kusen dengan punggung telapak yang dingin, tak ada nyala, tak ada tanda. teras...
Jarum jam berdetak malas di dinding kusam, menandai tengah malam yang lengang. Di kamar rusun sempit lantai tiga belas, seorang penulis...
GIGI-GIGI BERJATUHAN Apa huruf terakhir yang kau kuucapkan sebelum maut datang begitu lembut mengiris nadimu perlahan? “Bukan huruf, melainkan gigi-gigiku berjatuhan...
Perempuan selalu punya daya kuat untuk mengalahkan lelaki, apalagi pelacur seperti aku ini. Kalimat itu kutulis di balik struk belanja warung,...
Bulan Mei peringatan: Marsinah bukan dongeng. kenangan manis yang dijual dalam potongan sajak dan bukan rembulan lembut dari puisi Sapardi. Marsinah...
Pada akhirnya, hidup Meng tetap penuh kemurungan dan kesedihan. Sudah jalannya. Tak ada yang bisa diharapkan dari apa pun. Bedanya, di...